Generasi Sandwich Tak Senikmat Namanya

Sandwich merupakan hidangan yang cukup populer dan tidak asing bagi kita. Namun, tahukah anda dengan istilah generasi sandwich? Generasi sandwich merupakan kondisi seseorang yang menanggung beban generasi sebelum dan setelahnya. Posisi seorang individu yang terampit diibaratkan sebagai isian sandwich. Pada kenyataanya, generasi sandwich tidak senikmat seperti namanya.

Berdasarkan hasil survei pada 2020 yang dilakukan JAKPAT (Jajak Pendapat), diketahui sebanyak 48% masyarakat Indonesia terjebak dalam generasi sandwich. Dimana diantaranya berada di usia 20-29 tahun. Pada umumnya, seseorang yang terjebak pada generasi sandwich berasal dari keluarga yang terbilang kurang secara finansial. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan generasi sebelumnya untuk menyiapkan dana di masa tua. Akibatnya mereka harus bergantung pada generasi selanjutnya.

Dilihat dari faktor penyebabnya, dapat dikatakan bahwa keberadaan generasi sandwich akan terus bertambah. Keadaan besar pasak daripada tiang menyebabkan generasi sandwich mengalami kesulitan dalam mempersiapkan tabungan. Hal tersebut akan berpotensi besar untuk menciptakan generasi sandwich selanjutnya. Generasi selanjutnya akan mengikuti jejak generasi sebelumnya, sehingga pada akhirnya hal tersebut berlanjut secara terus menerus.

Memutus mata rantai sandwich bukan persoalan yang mudah. Namun hal tersebut bukan berarti hal yang mustahil untuk dilakukan. Dengan mengelola keuangan dengan baik dan menyiapkan dana pensiun, juga merupakan salah satu cara untuk menghindarkan generasi selanjutnya agar tidak terjebak dalam generasi sandwich.

No comments:

Post a Comment